Archive for Januari, 2010

5 Peserta CPNS Lolos karena Manipulasi?

Ada Anak Pejabat dan Istri Aktivis LSM
KEDIRI- Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) kemarin membeberkan nama-nama CPNS yang diduga lolos karena terjadi manipulasi data dalam rekrutmen 2009. Dari 440 yang diterima dalam pengumuman 12 Desember, ada lima yang tidak sesuai dengan data Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebagian di antaranya adalah anak pejabat. Ada pula istri aktivis LSM.

Menurut Ketua DPD KNPI Kota Kediri Umamul Hoir, nama-nama itu bisa lolos setelah nama yang seharusnya masuk versi data LAPI diganti. “Yang mereka gantikan adalah nama-nama yang lolos di rangking terbawah. Namanya berubah, tapi nilainya tetap,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pembeberan data ini dilakukan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Kediri, Jl Sriwijaya, yang bersebelahan persis dengan rumah pribadi Wali Kota Samsul Ashar. Maklum, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya (Lakpesdam) NU yang tergabung dalam koalisi juga berkantor di sana.

Sambil menunjukkan data yang diklaimnya dari LAPI, Umam lantas menyebut nama-nama yang diduga lolos karena manipulasi tersebut. Di antaranya adalah Atiqoh yang lolos untuk formasi guru pendidikan agama Islam (PAI). Dia bisa lolos karena menggeser nama Gunardi yang seharusnya masuk versi data LAPI.

Kemudian, Meylina Uji Nastiti yang lolos setelah menggeser nama Melda Nisrina pada formasi dokter umum. Juga Hendri Sepriyadi untuk formasi perawat ahli yang menggeser Dyah Wahyuningtyas.

Adapun dua yang lain, lanjut Umam, adalah Aulia Fauzi pada formasi pengendali dampak lingkungan dan Agus Zarqoni Arif pada formasi pengawas operasi alat berat. Masing-masing menggeser nama Diana Yuli dan Luluk Mulyono. “Ini semua data asli dari LAPI ITB,” klaim Umam seraya membandingkannya dengan pengumuman 12 Desember.

Sayang, dia tidak menyebut latar belakang nama-nama tersebut. Namun, penelusuran Radar Kediri, Atiqoh adalah istri Ketua LSM Gerakan Pemuda Nusantara Very Achmad. Sedangkan Meylina putri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Suprapto, dan Hendri ajudan wali kota. Sedangkan dua nama yang lain masih belum diketahui.

Umam hanya menjamin kebenaran data-data tersebut. Bahkan siap di-cross check dengan siapapun untuk membuktikan. Sebab, mereka juga memegang rangking nilai 13 ribu peserta yang dikoreksi oleh lembaga milik ITB tersebut.

Hal sama ditandaskan Ketua Lakpesdam NU Kota Kediri Syamsul Umam. “Ini A1. Silakan jika ada pihak yang meragukan kebenarannya untuk melakukan cross check,” tantangnya.

Menurutnya, Kompak akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka tidak mau kasus ini dijadikan ajang permainan para elite. Karena itu pula, mereka meminta polisi tak segan untuk mengungkap pelaku manipulasi. Aparat diberi deadline satu bulan untuk menuntaskannya. “Januari ini sudah harus ada tersangka,” tandas Umam yang kemarin didampingi anggota koalisi yang lain. Mereka berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Kediri.

Sementara itu, Ketua GPN Very Achmad yang dikonfirmasi Radar Kediri membantah jika istrinya lolos secara tidak fair. “Istri saya benar-benar daftar dan mengikuti tes CPNS,” ujarnya.

Terkait dugaan manipulasi data, lelaki yang sering melakukan demo ke pemkot ini mengaku tidak mengetahui. Dia berdalih baru mengetahui istrinya lolos setelah membaca pengumuman 12 Desember di media massa. “Yang menentukan kelulusan itu kan panitia. Jangan salahkan pesertanya,” katanya.

Plt Kepala DPPKA Suprapto yang ditemui wartawan koran ini di balai kota langsung menghindar. Dia berjalan menjauhi koran ini sambil terus berbicara dengan ponsel ditempelkan ke telinga. Setelah itu masuk mobil dan pergi.

Namun, ditemui di Ruang Jayabaya Balai Kota, Selasa (12/1), Suprapto mengaku tidak tahu menahu soal manipulasi data. Dia juga membantah ikut campur dalam penentuan lolosnya sang anak. “Anak saya lolos murni. Saya baru tahu dari pengumuman 12 Desember,” akunya saat itu.

Sedangkan Hendri Sepriyadi, ajudan wali kota, mengaku tidak mengetahui jika pengumuman 12 Desember berbeda dengan data LAPI versi Kompak. “Apa tidak sama?” ujarnya balik bertanya.

Hendri juga mengaku tidak mengetahui penentuan CPNS yang lolos. Sebab, seperti peserta yang lain, dia hanya mendaftar dan mengikuti tes. “Saat saya diterima ya saya bersyukur sekali,” ujarnya.

Terkait kedekatannya dengan Wali Kota Samsul, Hendri membantah jika hal itu memengaruhi kelulusannya. Sebab, semua ditentukan oleh tes. Dan, dia merasa pelaksanaannya objektif. Lalu, bagaimana jika benar namanya merupakan salah satu dari lima orang yang lolos karena terjadi manipulasi? “Saya belum bisa komentar soal itu,” jawabnya.

sumber:radar kediri

14/01/2010 at 22:20 Tinggalkan Komentar

Pernahkah Kamu Kehilangan Simcard?

simcard
Berdasarkan pengalaman saya beberapa waktu yang lalu tentang permohonan ganti simcard dengan nomor yang sama karena hilang (saya memakai kartu indosat mentari). apabila kamu kehilangan kartu (simcard) apalagi nomor tersebut nomer cantik dan banyak relasi segera saja menghubungi galeri atau grapari sesuai provider di kota kamu .
Untuk indosat segera saja ke galeri indosat. kamu bisa meminta pergantian kartu baru dengan nomor yang sama (sesuai dengan kartu yang hilang) dengan biaya sesuai peraturan provider.
sebelumnya saya juga pernah kehilangan kartu beberapa tahun yang lalu dan mengajukan permohonan pergantian baru dengan nomor yang sama dan tidak dikenai biaya apapun. tapi sekarang dikenai biaya Rp 10.000 langsung aktif tetapi semua data yang ada dalam simcard hilang. termasuk data sms, kontak, tapi untungnya pulsa kamu tetap ada.

Persyaratan umum yang biasa diajukan dalam permohonan pergantian kartu:
1. Kamu akan ditanya tentang nomor kartumu yang hilang
2. Siapkan KTP atau kartu identitas lainnya
3. Siapkan 10 nomor yang sering kamu hubungi

Kurang lebih 30 menit kamu sudah mendapatkan kartu baru dengan nomor yang lama
satu lagi info penting yaitu kamu tidak bisa menggunakan internet sebelum kamu membeli pulsa walaupun saldo sebelumnya masih mencukupi. ini berdasarkan pengalaman saya kemarin padahal pulsa masih cukup tapi saat saya gunakan internet tidak bisa nyambung.
saya bingung akhirnya menghubungi customer service online. diberikan beberapa saran untuk:
1. Mengatur konfigurasi internet kembali lewat OTA (dengan mengirim sms berisi reg merkHP typeHP ke nomer 3000) tidak berhasil
2. Mengatur konfigurasi internet secara manual (tetep tidak berhasil)
3. Melakukan pancingan operator yaitu mengganti pilihan jaringan dari otomatis ke manual dan pilih operator lain setelah itu matikan HP, cabut simcard beberapa menit dan restart kembali. Namun semua tips tidak juga berhasil dan akhirnya senjata si CS keluar yaitu:
4. Menyarankan saya kembali ke galeri indosat dengan alasan kartu sudah aktif dan masalahnya ada pada pengaturan konfigurasi di HP saya.
Setelah saya pikir-pikir juga mencoba trial & error apa mungkin harus diisi pulsa dulu? akhirnya saya transfer pulsa sebesar Rp 2000 dari nomer teman saya. dan ternyata eh ternyata… bener dugaan saya harus diisi pulsa untuk memancing internet bisa jalan. hehehe
tapi kenapa yak si CS tidak menyarankan saya membeli pulsa? namanya juga manusia ada khilafnya…..

07/01/2010 at 09:21 Tinggalkan Komentar



Beginilah jadinya jika orang awam ikutan nge-blog.
Silahkan memberi Kritik, Saran maupun Komentar

Calendar

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Tulisan Terkini

Ziddu

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.