Archive for Maret, 2010

Perlu 20 Liter Formalin untuk Mengawetkan Buaya Raksasa

buaya raksasa

SEEKOR buaya raksasa memangsa manusia di Manubar, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin lalu (15/3). Keesokan harinya rekan-rekan Sahar -nama korban- berhasil menangkap buaya tersebut.

Reptil itu bisa dilumpuhkan setelah personel TNI-AL yang membantu warga menembak hingga delapan kali. Setelah membelah perut binatang reptil tersebut, mereka menemukan mayat korban yang berusia 40 tahun.

Selain mayat Suhar, warga juga menemukan kaki kerbau di perut buaya tersebut. ”Juga ada tali plastik pengikat kerbau. Rupanya, buaya itu juga memangsa kerbau milik warga tiga hari sebelumnya,” ungkap Hamzah, rekan Sahar.

Dari hasil pengukuran, buaya itu memang tergolong raksasa. Panjangnya mencapai enam meter dengan berat sekitar satu ton. Lebar tubuhnya sekitar 1,5 meter. Moncong hampir satu meter. Jarak kedua matanya sekitar 25 sentimeter. Kemarin (18/3) reptil tersebut diawetkan.

Sahar disambar buaya tersebut ketika memperbaiki perahu di muara Sungai Manubar sekitar pukul 08.00. Sahar mengobrol dengan Hamzah di rumah korban yang dekat dengan Sungai Manubar. ”Sebelum kejadian kami sempat minum kopi bersama,” kata Hamzah.

Saat kejadian, Sahar sedang menimba air di kapal kelotoknya yang banyak terisi air. Buaya itu melompat dan menyambar korban yang berada di perahu. ”Kejadiannya tiba-tiba saja,” tutur Hamzah.

Korban sempat melawan buaya itu, tapi sia-sia karena tenaganya kalah kuat. Setelah melihat Sahar hilang dibawa buaya, Hamzah bersama warga RT 3 dan RT 4 lainnya yang jumlahnya sekitar 100 orang melapor ke pos TNI Angkatan Laut di muara Sungai Manubar.

Warga bersama personel TNI-AL, polisi, dan pawang buaya menyisiran sungai. Pawang juga melakukan beberapa ritual supaya buaya mau muncul.

Kapolsek Sangkulirang AKP Andi Razak menuturkan, buaya yang sudah diawetkan itu akan disimpan Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara. ”Ini kami lakukan agar masyarakat tepi sungai lebih mewaspadai buaya. Jadi, ketika masyarakat melihat (buaya yang diawetkan itu), mereka akan waspada karena ada buktinya,” ujar Andi.

Perlu upaya keras untuk membawa buaya raksasa tersebut ke Mapolsek Sangkulirang. Perahu kelotok tak mampu mengangkut buaya itu. ”Kapalnya nyaris tenggelam,” terang Andi.

Akhirnya buaya dipindahkan ke perahu yang lebih besar dengan derek. Masalah tidak selesai karena perahu itu tidak mampu bergerak karena beratnya muatan.

Karena itu, perahu bermuatan buaya itu diseret dengan dua perahu kelotok yang lain. ”Itu pun laju perahu tidak bisa kencang. Perjalanan yang dalam kondisi biasa cukup dua jam, dengan mengangkut buaya itu perlu waktu sepuluh jam,” katanya.

Selain itu, untuk membawa binatang itu ke darat memerlukan usaha keras. Perlu 120 orang untuk menarik reptil tersebut hingga halaman mapolsek. Saat berada di halaman mapolsek, buaya itu menjadi objek untuk berfoto bersama warga sekitarnya.

Pengawetan buaya raksasa itu dipimpin Kepala Puskesmas Sangkulirang dr Markus Sambo. Markus menyiapkan 20 liter formalin untuk disuntikan ke beberapa bagian badan buaya.

Dia harus membeli formalin ke ibu kota Kutai Timur di Sangatta. ”Di Sangkulirang tidak ada yang jual,” kata Markus.

Menurut Markus, jenis kelamin buaya belum dapat diketahui pasti. Dia belum meneliti lebih lanjut hingga kemarin petang. Demikian pula, usia buaya muara tersebut.

Dugaan masyarakat, buaya itu berjenis kelamin jantan. Dugaan itu didasarkan pada ukuran badan, kuku, rahang, dan lubang di dekat anus. Usianya diperkirakan 12-15 tahun.

Markus dibantu 19 orang untuk mengawetkan buaya tersebut. Untuk membersihkan isi perut buaya, warga menggunakan lima batang galah.

Isi perut yang sudah kosong diisi busa agar tetap mengelembung seperti saat hidup. Sebelum dimasukkan ke perut buaya, busa itu dibasahi dengan sepuluh liter formalin.

Untuk menutup kembali perut buaya yang dibelah, Markus menjahit dengan benang nilon yang biasa digunakan untuk memamcing. Ukuran benang itu adalah yang terbesar.

Selanjutnya, buaya yang sudah diawetkan dinaikkan ke meja etalase di tempat parkir Mapolsek Sangkulirang. ”Sambil menunggu etalase kaca yang sudah dipesan,” jelasnya
sumber:jawapos

20/03/2010 at 06:21 Tinggalkan Komentar

Inilah Gambar Masa Kecil Obama di Menteng Dalam

masa kecil obama
Sebuah foto yang diambil lebih dari 40 tahun lalu memperlihatkan Barack Obama kecil sebagai siswa sekolah di Jakarta. Foto ini ditemukan beberapa hari sebelum dia memulai kunjungannya ke sini.

Foto itu, sebagaimana dilansir Telegraph.co.uk, Kamis, diberikan kepada Associated Press oleh Hadi Surya Dharma, seorang teman masa kecil Obama yang duduk di samping Obama dalam foto hitam putih itu. Obama, yang lahir dari ayah asal Kenya dan ibu Amerika, pindah ke Indonesia ketika berusia tujuh tahun. Ia pindah setelah ibunya menikah dengan seorang pria Indonesia yang dijumpai ibunya ketika belajar di Universitas Hawaii.

Di Jakarta, Obama dan ibunya tinggal di Menteng Dalam. Sekarang, kawasan itu telah menjadi kawasan perumahan padat dengan jalanan sempit yang dibayang-bayangi gedung-gedung tinggi. Pada masa itu, daerah tersebut merupakan kawasan pinggiran kota dan ditumbuhi pohon-pohon buah.

Banyak keluarga dari masa itu yang masih tinggal di sana dan mereka masih ingat bocah yang mereka kenal sebagai Barry. “Dia pergi ke rumah setiap orang, bermain layangan, terjebak di rawa-rawa,” kata Coenraad Satja Koesoemah, yang memberikan izin kepada ibu dari Obama untuk menggunakan ruangan di bagian depan rumahnya sebagai tempat belajar bahasa Inggris gratis bagi penduduk setempat.

“Dia seorang anak Menteng Dalam, apa lagi yang dapat saya katakan?” kata Coenraad.

Selama lima bulan pertama, Obama dikatakan berjuang untuk bisa berbahasa Indonesia, tetapi setelah itu ia bisa bicara bahasa Indonesia dengan lancar. Dia kemudian menjadi murid favorit para guru dan teman-temannya di daerah itu.

Obama tinggal di Indonesia selama empat tahun sebelum akhirnya kembali ke Hawaii untuk tinggal bersama neneknya.
sumber:kompas

18/03/2010 at 15:35 Tinggalkan Komentar



Beginilah jadinya jika orang awam ikutan nge-blog.
Silahkan memberi Kritik, Saran maupun Komentar

Calendar

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Tulisan Terkini

Ziddu

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.