KEJAKSAAN PERIKSA PENGANUT AGAMA BAHA’I

TULUNGAGUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung kemarin (26/10) memeriksa tiga penganut agama Baha’i yang bermarkas di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Yakni Slamet Riadi, Nursaid, dan Yunin. Pemeriksaan berlangsung tiga jam, mulai pukul 11.00 hingga 14.00.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejari Slamet paska pemeriksaan. Menurut dia, ketiga orang tersebut berstatus mu’im atau pengikut. “Tidak ada stuktur yang jelas dalam agama Baha’i. Kedudukan mereka sama, yakni sebagai pengikut. Tidak ada pemimpin atau imam,” kata Slamet.

Lanjut dia, Baha’i berbeda dengan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Indikasinya, para pengikut melakukan salat dua kali dalam sehari. Bacaan salat tidak menggunakan bahasa Arab namun bahasa Jawa. Tidak ada syahadat. Serta puasa agama Baha’i dilaksanakan pada 2 Maret hingga 20 Maret setiap tahunnya. Tapi Slamet tidak menyebutkan bagaimana bentuk puasanya.

Ditambahkan dia, di Indonesia, agama Baha’i berpusat di Jakarta. Mulai masuk Tulungung diperkirakan pada 1980. Yang kali membawa adalah alm Yusuf. Meski begitu, para pengikut agama Baha’i mengaku tidak mengetahui siapa Yusup. “Hasil pemeriksaan ini kami serahkan ke MUI Tulungagung untuk ditindaklanjuti,” kata Slamet ditemui di ruang kerjanya.

Kapolres Tulungagung AKBP Rudy Kristantyo mengaku sudah memerintahkan petugas untuk menyelidiki agama Baha’i. Hasilnya, agama itu tidak lazim seperti agama lainnya di Indonesia.

Polisi mengembalikan ke Kantor Departemen Agama Tulungagung untuk memberikan pencerahan kepada pengikut Baha’i. Juga agar ajaran itu tidak disebarluaskan.

Sementara itu, tiga pengikut Baha’i tidak memberikan komentar apapun terkait agama yang dianutnya. “Tidak mau berkomentar,” terang Nursaid saat ditanyai RaTu paska pemeriksaan.
source:

One thought on “KEJAKSAAN PERIKSA PENGANUT AGAMA BAHA’I

  1. Polisi mengembalikan ke Kantor Departemen Agama Tulungagung untuk memberikan pencerahan kepada pengikut Baha’i. Juga agar ajaran itu tidak disebarluaskan—–> aparat yang tak tahu soal kebebasan beragama….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s