Seputar CPNS

Pengumuman Test CPNS Transparan
Kediri-Panitia rekruitmen CPNS Kota Kediri, berjanji akan mengumumkan hasil test CPNS 2009 secara transparan, dengan menunjukkan sekaligus nilai tes peserta.

Setelah pelaksanaan tes CPNS tahap ke 2 pada minggu 6 Desember kemarin selesai, lembar Jawaban Komputer-LJK langsung dikumpulkan dan dikirim ke tim penilai di ITB. Rencananya, koreksi jawaban selesai dilakukan pada jumat 11 Desember mendatang. Selanjutnya, pengumumam hasil tes CPNS, baik tahap pertama maupun kedua dilakukan pada Sabtu 12 Desember, melalui media elektronik maupun media cetak. Nama peserta yang lolos tes CPNS akan diumumkan sekaligus nilainya. Ketua panitia rekuitmen CPNS Kota Kediri Budi Astowo mengatakan, pengumuman hasil tes akan disampaikan secara transparan.

Budi Astowo menambahkan, hasil tes yang diumumkan nantinya bersifat final. Pihaknya juga menjamin, proses rekruitmen CPNS 2009 mulai dari pendaftaran hingga pengumuman berjalan bersih dan jujur.

source: andika fm

untuk mendownload HASIL SELEKSI PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (CPNSD) KOTA KEDIRI SILAHKAN KLIK LINK DIBAWAH INI:

CPNS KOTA KEDIRI 2009

11 thoughts on “Seputar CPNS

  1. 200 Peserta Salah Mengisi Formasi
    Hanya 13.083 LJK yang Dikoreksi

    KEDIRI – Ratusan peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Kediri, ternyata, tidak bisa mengisi formasi yang dipilihnya secara benar di lembar jawaban komputer (LJK). Hal itu terungkap dalam pemaparan hasil tes CPNS oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) di Ruang Jayabaya Balai Kota, kemarin.

    “Ada 200 LJK yang tidak bisa dibaca karena ada kesalahan dalam pengisian formasi yang dilamar,” ujar Sigit Darmawan, sekretaris LAPI ITB, di hadapan panitia CPNS, tokoh masyarakat, perwakilan peserta, dan wartawan.

    Inilah, lanjutnya, yang menyebabkan scanner-nya tidak bisa membaca. Sehingga, nilai yang dihasilkan menjadi nol. “Kalau formasi salah maka tidak bisa diketahui apakah yang bersangkutan melamar guru kelas SD atau guru matematika SMP,” lanjut lelaki yang juga direktur pengembangan usaha ITB ini.

    Dari sekitar belasan ribu peserta tes yang terdaftar, Sigit mengaku hanya menerima 13.083 LJK dari panitia. Semua langsung dikoreksi dan dirangking secara profesional, fair, dan transparan. Adapun penentuan lolos atau tidaknya merupakan kewenangan panitia dari pemkot.

    Dalam pengoreksian itu, sambungnya, mereka menggunakan scanner berkecepatan seribu lembar LJK per jam. Inilah yang kemarin didemonstrasikan di hadapan undangan. Begitu LJK selesai di­-scan, di monitor langsung terlihat nilainya. “Kalau tidak diisi juga akan terlihat,” sambung Sigit.

    Dalam forum tersebut, Sigit juga mengungkapkan bahwa timnya sempat berniat mundur sebagai rekanan pemkot. Sebab, ada black email yang masuk kepada mereka. Isinya melecehkan LAPI ITB sebagai lembaga independen. “Ada yang berjudul Mafia Calo CPNS Manfaatkan LAPI ITB. Intinya, LAPI ITB bisa dikendalikan,” ungkapnya.

    Sigit menandaskan, mereka tidak main-main. Sebab, nama lembaga dipertaruhkan. Makanya, kemarin mereka bersedia untuk mengekspos hasil koreksi LJK agar warga meyakini kinerjanya transparan dan objektif.

    Sementara itu, Nur Syaiddah, 27, perwakilan peserta tes CPNS, sempat mempertanyakan jumlah LJK yang diterima LAPI ITB. Angka 13.083 lembar dianggapnya terlalu sedikit. “(Karena) kabarnya jumlah peserta lebih dari 15 ribu,” tanyanya.

    Atas hal ini, Sigit mengatakan bahwa jumlah tersebut sesuai dengan berita acara yang diterimanya dari panitia. “Kami menerima sesuai dengan data LJK yang masuk. Apakah Anda mempunyai data soal itu?” tanyanya balik.

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri Semeru Singgih lantas menengahi. Dia menandaskan bahwa jumlah LJK yang disebut Sigit sudah sesuai dengan yang diserahkan oleh panitia.

    Lalu, mengapa ada selisih dengan jumlah total peserta yang terdaftar? Singgih menjelaskan, jumlah total peserta gelombang I dan II memang mencapai sekitar 17 ribu orang. Namun, tidak semua hadir. Pada gelombang I, hanya sekitar sepuluh ribu orang yang ikut. “Pada gelombang II, dari 2.768 peserta, ada 227 orang yang absen,” jelasnya.

    Sayang, dalam pemaparan yang berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 14.30 itu tidak ada satu pun anggota DPRD yang hadir. Inilah yang disesalkan oleh Nur Syaiddah. “Dulu katanya dewan akan mengawal tes CPNS ini dari verifikasi ulang sampai pengumuman. Tetapi, kenapa saat pemaparan tidak datang?,” sesalnya.
    source: radar kediri

  2. Ping balik: Demo Ujian CPNS Minta Diulang « Deapron's Blog

  3. Ping balik: Semeru Belum Bisa Jelaskan Keruwetan CPNS « Deapron's Blog

  4. Ping balik: Rastra Mengaku Tidak Akan Usut Keruwetan CPNS « Deapron's Blog

  5. Ping balik: TUNGGU KEPASTIAN « Deapron's Blog

  6. Ping balik: 443 CPNS Kediri Lolos Seleksi Resmi Dianulir « Welcome to Deapron's Blog

  7. Ping balik: Walikota Bantah Menganulir Hasil Test CPNS « Welcome to Deapron's Blog

  8. Ping balik: Wali Kota Mulai Bimbang « Welcome to Deapron's Blog

  9. Ping balik: 20 Nama Ditengarai Bermasalah (CPNS KEDIRI) « Welcome to Deapron's Blog

  10. Ping balik: Tim Anggaran: Gaji CPNS 2009 Tidak Bisa Dicoret « Welcome to Deapron's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s