Wali Kota Kediri Akan Merevisi

Polisi Akui Tidak Mudah Ungkap Manipulasi CPNS

KEDIRI- Indikasi perubahan pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Kediri semakin kuat. Ini setelah Wali Kota Samsul Ashar menegaskan sendiri hal itu. Dia akan mencocokkan rangking nilai peserta dalam pengumuman 12 Desember lalu dengan ‘data asli’ dari Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB).

Jika ada yang tidak cocok, pemkot akan merevisinya. “Hari ini (kemarin, Red) kami akan melihat rangkingnya, mana-mana yang berhak lolos,” ujarnya saat ditemui Radar Kediri di sela acara pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolresta Kediri kemarin.

Menurut Samsul, pengumuman kedua nanti dilakukan untuk memperbaiki pengumuman yang pertama. Sebab, dia ragu terhadap validitas daftar peserta yang lolos dalam pengumuman 12 Desember lalu. Alasannya, hal itu dilakukan pada hari libur kerja. Makanya, dia lantas melaporkannya ke polresta dan mengirim dua utusan khusus untuk mengambil ‘data asli’ ke LAPI-ITB di Bandung.

Lalu, kapan pengumuman revisi dikeluarkan? “Hari ini (kemarin, Red) kita umumkan. Nanti semua media massa akan kami undang,” jawab Samsul. Namun, hingga sekitar pukul 15.30, kemarin sore, rencana tersebut belum terealisasi. Sehingga, kepastiannya belum jelas.

Seperti diberitakan, data dari LAPI-ITB sampai di Kediri Sabtu (19/12) lalu. Yang membawa adalah Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat M. Natsir Laka dan Kabag Hukum Dwi Cipta dengan pengawalan polisi. Namun, yang berhak membuka hanya Wali Kota Samsul dan Kapolresta AKBP Rastra Gunawan.

Sumber Radar Kediri di lingkungan pemkot mengungkapkan, wali kota sudah menemukan sejumlah ketidakcocokan antara data dalam pengumuman 12 Desember dengan hasil koreksi LAPI-ITB. Karena itu, pengumuman revisi nanti diperkirakan ‘memakan korban’.

Beberapa peserta tes yang telanjur dinyatakan lolos 12 Desember lalu bakal dicoret. Sebab, tidak cocok dengan ‘data asli’-nya. “Kalau pengumuman kedua nanti berpegang pada rangking LAPI ITB, jelas ada yang akan dicoret,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan mengatakan, pengungkapan kasus ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Melainkan harus ditelaah secara matang. “Ini tidak seperti kasus pencurian yang ada korbannya, pelaku, dan barang bukti,” katanya.

Untuk mengungkapnya, lanjut Rastra, polisi harus mempelajari dengan seksama seluruh mekanisme pelaksanaan rekrutmen CPNS. Ini diperlukan agar mereka tidak salah dalam mengambil tindakan. “Ini masih prematur atau awal. Jadi, masih banyak yang harus dipelajari,” lanjutnya.

Terkait tengara berbedanya pengumuman 12 Desember dengan hasil koreksi dari LAPI-ITB, Rastra menyerahkan kebijakannya kepada wali kota. Sebab, dialah yang berhak untuk memutuskan mana di antara keduanya yang benar.

“Ini kewenangan Pak Wali selaku kepala daerah untuk memutuskan siapa yang diterima atau tidak dalam masalah CPNS,” ujarnya. Karena itu, lanjutnya, polisi akan menunggu keputusan wali kota. Jika sudah ada, mereka baru akan melakukan penyidikan berdasarkan keputusan tersebut. Khususnya untuk mengungkap indikasi kecurangan atau manipulasi yang terjadi.

berita sebelumnya:
443-cpns-kediri-lolos-seleksi-resmi-dianulir

4 thoughts on “Wali Kota Kediri Akan Merevisi

  1. Ping balik: Walikota Bantah Menganulir Hasil Test CPNS « Welcome to Deapron's Blog

  2. Ping balik: Wali Kota Mulai Bimbang « Welcome to Deapron's Blog

  3. Ping balik: 20 Nama Ditengarai Bermasalah (CPNS KEDIRI) « Welcome to Deapron's Blog

  4. Ping balik: Tim Anggaran: Gaji CPNS 2009 Tidak Bisa Dicoret « Welcome to Deapron's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s